MAKALAH KEWIRAUSAHAAN

BUKU CATATAN


MATA KULIAH
______________________________________

Semester : ___ / Tingkat : ___








         





Mila Miliani Yuniar Fransiska
112165199





PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI/TATA NIAGA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SILIWANGI
TASIKMALAYA

2013




KATA PENGANTAR
                                                                                              
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                         

Alhamdulillaahirobbil’aalamiin, penulis panjatkan puji dan syukur kehadirat Illahi Robbi, karena atas rakhmat dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan pembuatan makalah ini, yang diajukan guna untuk memenuhi tugas mata kuliah Landasan Kependidikan.
Adapun judul dari makalah yang penulis buat adalah Study Kelayakan Depot Air Minum Isi Ulang, yang sedikit banyak penulis akan memberikan gambaran dan informasi mengenai study kelayakan untuk menjadi pengusaha depot air minum isi ulang yang memproses sumber daya alam air yang diproses untuk dijadikan air minum siap saji.
Air memegang peranan penting bagi kehidupan manusia, hewan, tumbuhan dan jasad-jasad lain. Air yang kita perlukan adalah air yang memenuhi persyaratan kesehatan baik persyaratan fisik, kimia, bakteriologis dan radioaktif. Air yang tidak tercemar, didefinisikan sebagai air yang tidak mengandung bahan-bahan asing tertentu dalam jumlah melebihi batas yang ditetapkan sehingga air tersebut dapat dipergunakan secara normal. Air yang memenuhi syarat, diharapkan dampak negatif penularan penyakit melalui air bisa diturunkan.
Pemenuhan kebutuhan air minum sendiri sangat tergantung pada faktor cakupan layanan air minum dan kondisi sanitasi pada masyarakat, baik pedesaan atau perkotaan. Standar kebutuhan air di Indonesia untuk masyarakat pedesaan adalah 60 lt/org/hr, sedangkan untuk masyarakat perkotaan 150 lt/org/hr. Sanitasi juga sangat berperan dalam proses pengelolaan, pendistribusian dan konsumsi air minum pada masyarakat.
Konsumsi Air Minum Depot Isi Ulang (AMDIU) pada beberapa tahun terakhir memang meningkat tajam, utamanya di kalangan masyarakat perkotaan seiring dengan tumbuh pesatnya industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK).

Di samping semakin menurunnya kualitas air sumur akibat banyaknya pencemaran, belum optimalnya pasokan air PDAM dalam jumlah dan kualitas yang cukup menjadi penyebab beralihnya masyarakat untuk mengkonsumsi AMDK. Hanya saja, keberadaan AMDK yang relatif lebih mahal dibandingkan dengan AMDIU, kembali membelokkan sebagian besar masyarakat menggunakan Air Minum Depot Isi Ulang (AMDIU) yang harganya memang cukup ekonomis dan sangat terjangkau.
Dalam penyusunan makalah ini, Penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada berbagai pihak, yang telah banyak membantu dalam penulisan makalah ini sehingga penulis dapat menyelesaikannya sesuai dengan ketentuan dan tepat pada waktu yang telah ditentukan. Ucapan terima kasih penulis ditujukan bagi:
1.      Bapak Syamsudin sebagai Dosen Mata Kuliah Kewirausahaan, yang mana telah membimbing dan benar-benar membantu penulis dalam proses pembuatan makalah ini sehingga dapat diselesaikan dengan baik,
2.      Rekan-rekan sekelompok yang bekerjasama membantu dalam penyelesaian makalah ini,
3.      Kedua Orang Tua dan yang mana telah memberikan dorongan, bantuan dan pengertian dalam penulisan dan penyelesaian makalah ini, baik dari segi meteri ataupun spirit,
4.      Tak lupa pula penulis ucapkan terima kasih untuk saudara, juga pihak-pihak lain yang telah banyak membantu penulis dalam menyelesaikan makalah ini.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan usulan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Hal ini dikarenakan kemampuan penulis masih sangat kurang dan terbatas. Maka dari itu, saran dan kritik senantiasa penulis harapkan, untuk dijadikan motivasi dan pembelajaran bagi penulis di masa yang akan datang.
Akhirnya, betapapun minimnya isi dari makalah yang penulis buat ini, penulis berharap, baik penulis khususnya maupun pembaca pada umumnya bisa mendapatkan manfaat dan ilmu pengetahuan. Amin.

Tasikmalaya, Desember 2013


              

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...................................................................................      i
DAFTAR ISI...................................................................................................      iii
BAB I       PENDAHULUAN........................................................................      1
A.    Latar Belakang Masalah...........................................................      1
B.     Rumusan Masalah.....................................................................      2
C.     Tujuan Makalah........................................................................      2
D.    Kegunaan Makalah...................................................................      3
E.     Prosedur Masalah......................................................................      3
BAB II      PEMBAHASAN ..........................................................................      4
A.    Study Kelayakan Depot Air Minum Isi Ulang.........................      4
1)      Aspek Pasar dan Pemasaran...............................................      4
2)      Aspek Teknologi.................................................................      5
3)      Aspek Keuangan.................................................................      8
4)      Aspek Manajemen..............................................................      9
5)      Aspek Hukum atau Aspek Yuridis.....................................      10
BAB III    SIMPULAN DAN SARAN.........................................................      11
A.    Simpulan ..................................................................................      11
B.     Saran.........................................................................................      11



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Air memegang peranan penting bagi kehidupan manusia, hewan, tumbuhan dan jasad-jasad lain. Air yang kita perlukan adalah air yang memenuhi persyaratan kesehatan baik persyaratan fisik, kimia, bakteriologis dan radioaktif. Air yang tidak tercemar, didefinisikan sebagai air yang tidak mengandung bahan-bahan asing tertentu dalam jumlah melebihi batas yang ditetapkan sehingga air tersebut dapat dipergunakan secara normal. Air yang memenuhi syarat, diharapkan dampak negatif penularan penyakit melalui air bisa diturunkan.
Pemenuhan kebutuhan air minum sendiri sangat tergantung pada faktor cakupan layanan air minum dan kondisi sanitasi pada masyarakat, baik pedesaan atau perkotaan. Standar kebutuhan air di Indonesia untuk masyarakat pedesaan adalah 60 lt/org/hr, sedangkan untuk masyarakat perkotaan 150 lt/org/hr. Sanitasi juga sangat berperan dalam proses pengelolaan, pendistribusian dan konsumsi air minum pada masyarakat.
Target pemenuhan Air Minum Indonesia pada tahun 2015 adalah 70% dan sanitasi sebesar 63,5%, sesuai dengan komitmen para Pemimpin Dunia di Johannesburg pada Summit 2002. Komitmen yang menghasilkan “Millenium Development Goals”(MDGs) ini menyatakan bahwa pada tahun 2015 separuh penduduk dunia yang saat ini belum mendapatkan akses terhadap air minum (Save Drinking Water) harus telah mendapatkannya. Sedang pada tahun 2015 seluruh penduduk dunia harus telah mendapatkan akses terhadap air minum (Rohim,2006).
Untuk mewujudkan harapan dan cita-cita dalam Summit 2002 tersebut tentunya tidak lepas dari upaya untuk meningkatkan kualitas air minum itu sendiri baik secara fisik, kimia, bakterilogis dan radioaktif.  Kualitas yang bagus dalam pemenuhan kebutuhan air dan sanitasi terhadap berbagai kebutuhan manusia, derajat kesehatan dan kesejahteraan yang optimal.
Harus diakui salah satu kebutuhan pokok yang menyangkut aspek kesehatan dan kehidupan sehari-hari adalah kebutuhan air minum (Rohim,2006). Kualitas air didefinisikan sebagai kadar parameter air yang dianalisis secara teliti sehingga menunjukkan mutu dan karakteristik air. Mutu dan karakteristik air ditentukan oleh jenis dan sifat-sifat bahan yang terkandung didalamnya. Bahan-bahan tersebut baik yang padat, cair maupun gas, terlarut maupun yang tak terlarut secara alamiah mungkin sudah terdapat dalam air dan diperoleh selama air mengalami siklus hidrologi.
Dengan demikian mutu dan karakteristik air ditentukan oleh kondisi lingkungan dimana air berada. Aktivitas manusia dalam memanfaatkan sumber daya alam dan lingkungan sering juga menimbulkan bahan-bahan sisa atau bahan-bahan buangan yang mempunyai kecenderungan pada peningkatan jumlah dan kandungan bahan-bahan didalam air.
Standar baku kualitas air di Indonesia ditetapkan oleh sebuah Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 416/MENKES/PER/IX/1990 tertanggal 30 September 1990 yang berisi tentang syarat-syarat disesuaikan dengan standar yang ditetapkan WHO (Awaluddin, 2007).
Dan untuk membentuk atau membuka usaha depot air minum isi ulang ini diperlukan 5 aspek, yaitu :
1.      Aspek Pasar dan pemasaran
2.      Aspek Teknologi
3.      Aspek Keuangan
4.      Aspek Manajemen, dan
5.      Aspek Yuridis atau aspek hukum

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, penulis merumuskan rumusan masalah sebagai berikut:
1.      Bagaimana study kelayakan depot air minum isi ulang?
2.      Bagaimana proses pengelolaan depot air minum isi ulang?
3.      Apakah dampak negatif dan positif air minum isi ulang pada masyarakat atau tubuh manusia pengkonsumsi air minum isi ulang tersebut?
4.      Bagaimana solusi agar air minum isi ulang dapat bermanfaat dan berguna bagi kehidupan manusia?

C.    Tujuan Makalah
Sejalan dengan rumusan masalah di atas, makalah ini disusun dengan tujuan :
1.      Untuk menjelaskan study kelayakan depot air minum isi ulang.
2.      Untuk mengetahui informasi mengenai proses pengelolaan depot air minum isi ulang.
3.      Untuk mengetahui dampak negatif dan positif air minum isi ulang pada masyarakat atau tubuh manusia pengkonsumsi air minum isi ulang tersebut.
4.      Untuk mengetahui solusi agar air minum isi ulang dapat bermanfaat dan berguna bagi kehidupan manusia.

D.    Kegunaan Makalah
Makalah ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi bagi penulisan tugas makalah mata kuliah Kewirausahaan.

E.     Prosedur Makalah



Makalah ini disusun sesuai dengan prosedur, dari mulai pengumpulan data, penyusunan makalah yang dilaksanakan secara bertahap sampai dengan penyelesaian akhir makalah yang selalu diarahkan oleh Bapak Syamsudin, selaku Bapak Dosen Mata Kuliah Kewirausahaan, yang mana telah membimbing dan benar-benar membantu penulis dalam proses pembuatan makalah ini sehingga dapat diselesaikan dengan baik dan tepat pada waktunya.



BAB II
PEMBAHASAN
STUDY KELAYAKAN DEPOT AIR MINUM ISI ULANG
                                                                                                                 
A.    Study Kelayakan Depot Air Minum Isi Ulang
Dalam pembukaan atau pendirian usaha Depot Air Minum Isi Ulang, harus diperhatikan Study Kelayakannya, yang terdiri dari beberapa aspek , yaitu:
1.      Aspek Pasar dan Pemasaran.
Dalam usaha depot air minum isi ulang ini tentu saja aspek yang pertama yg harus diperhatikan sebelum membuka atau mendirikan usaha adalah aspek pasar atau pemasarannya.
Sebagai pemilik depot air minum isi ulang BIOKOST, sebelum saya memutuskan untuk membuka dan mendirikan usaha, saya memikirkan dulu akan memasarkannya kemana dan kepada siapa.
Tapi dengan bantuan dan dukungan suami dan keluarga, akhirnya saya dapat memasarkan usaha saya ini dari mulai tetanngga, keluarga, rekan, bahkan sekarang sudah banyak pembeli yang akhirnya menjadi pelanggan di depot yang saya dirikan.
Memang awalnya pembelinya hanya beberapa saja. Tapi karena beberapa faktor dan strategi pemasaran yang saya lakukan, akhirnya membuahkan hasil yang baik. Dengan faktor dan strategi yang saya lakukan yaitu :
a.       Dengan promosi penukaran kupon setiap pembelian 7 kali, akan mendapatkan gratis 1 galon air minum isi ulang.
b.      Dengan delivery atau diantar apabila ada pelanggan yang memesan atau membeli via telpon atau sms yang meminta untuk dintar ke rumah pembeli atau pelanggan, untuk mempermudah dan menarik pembeli.


c.       Dengan harga yang seimbang dengan kualitas dan disesuaikan dengan harga yang diberikan oleh perusahaan lain yang satu jenis usahanya.
d.      Penyebaran brosur mengenai usaha yang saya buka atau saya dirikan yang berisi mengenai harga, promo, pencantuman surat izin usaha dari pemerintah setempat dan dari departemen kesehatan bahwa usaha yg saya buka dan saya dirikan sudah lulus uji kesehatannya.

2.      Aspek Teknologi
Aspek yang kedua yang saya perhatikan dengan lebih baik lagi dalam usaha yang saya pilih dan yang akan saya dirikan asalah aspek teknologi. Aspek teknologi dalam bidang usaha depot air minum isi ulang adalah teknologi atau alat yang digunakan untuk melakukan proses perubahan dari sumber mata air hingga diproses menjadi air minum siap saji atau air minum yang sudah siap dikonsumsi.
Alat yang saya gunakan dalam usaha ini dari mulai sumber air yang benar-benar diperhatikan kebersihannya, sampai dengan penjagaan kebersihan tempat air minum tersebut sampai pada konsumen harus benar-benar dijaga dan diperhatikan dengan sangat baik.

Description: DSC01660.JPG
Description: DSC01661.JPG
1.)    Alat Pembersih Galon
2.)    Radioaktivitas





1.)    Alat pemberish galon
Adalah alat pembersih gallon sebelum diisi air yang siap saji atau siap di konsumsi. Hal ini dilakukan supaya kuman yang ada dalam gallon atau tempat air tersebut dapat dihilangkan oleh proses pembersihan tersebut.
2.)    Radioaktivitas
a)      Aktivitas Alpha (Gross Alpha Activity) (Standar : 0,1 Bq/l (Beguerel/liter)
Sinar ini merupakan sinar radioaktif yang tidak mempunyai daya tembus, efek yang terjadi lokal. Apabila terdapat sinar ini di lingkungan sekitar, maka dapat menimbulkan kontaminasi radioaktif pada lingkungan, yang dapat mengakibatkan rusaknya sel-sel tubuh manusia yang terkenanya.
Radiasi Alpha biasanya ada di mana-mana: dalam tanah, di udara, dan juga di air. Karena batuan dasar bumi mengandung jumlah bervariasi dari unsur radioaktif, jumlah radiasi alpha di dalam air juga bervariasi. Sebagai peluruhan unsur radioaktif, radiasi alpha terus dilepaskan ke air tanah. Air tanah merupakan sumber air minum umum. Radiasi alfa dalam air minum dapat berupa mineral terlarut atau dalam kasus radon, sebagai gas.
b)      Aktivitas Beta (Gross Beta Activity) (Standar : 1,0 Bq/l)
Sinar beta dapat menembus kulit, dalamnya tergantung pada aktifitasnya.  Kerusakan yang terjadi dapat lebih luas dan lebih mendalam daripada sinar alpha. Besar sinar ini paling tinggi di dalam air adalah sebesar 1,0 mg/L. Apabila melebihi kadar tersebut efeknya tidak berbeda dengan sinar alfa yaitu menimbulkan kerusakan pada sel-sel tubuh. Jika tubuh banyak menerima sinar  beta maka akan menyebabkan luka bakar yang parah. Sinar beta juga menimbulkan kerusakan pada jaringan atau organ tubuh jika unsur yang memancarkan sinar beta berada dalam tubuh dalam waktu yang cukup lama.

Description: DSC01664.JPG
Description: DSC01667.JPG
3.)    Tabung Filter Penyaringan Air
4.)    Tabung Penyimpanan Air Setelah Penyaringan

3.)    Tabung Filter Penyeringan Air
Tabung filter penyaringan air ini fingsinya adalah untuk menyaring air dari sumber mata air untuk kemudian disimpan di tabung penyimpanan air setelah penyaringan.
4.)    Tabung Penyimapan Air Setelah Penyaringan
Tabung penyimpanan air setelah penyaringan ini adalah untuk menyimap air setelah mengalami proses penyaringan pertama untuk proses pembunuhan kuman supaya steril dari kuman penyebab penyakit perut yang terkandung dalam air sekalipun sumber air terlihat bening dan sangat bersih belum tentu benar-benar bersih dan bebas kuman.




Description: DSC01668.JPG
Description: DSC01665.JPG
5.)    Tempat Penyaringan Air setelah dari Penyimpanan/ Penampugan Air setelah Penyaringan Pertama
6.)    Surat dari Departemen Kesehatan per 3 bulan sekali

5.)    Tempat Penyaringan Air setelah dari Penyimpanan/Penampungan Air setelah Penyaringan Pertama
Tempat penyaringan air setelah dari penyimpanan atau penampungan air setelah penyaringan pertama berfungsi sebagai penyaringan air kedua supaya air yang dihasilkan lebih bersih dan lebih steril lagi, yang selanjutnya akan mengalir ke gallon atau tempat air minum siap konsumsi.
6.)    Surat dari Departemen Kesehatan per 3 bulan sekali
Surat ini dibuat per 3 bulan sekali untuk mengecek kebersihan air yang diproses, supaya pelanggan percaya pada kualitas air yang di produksi.

3.      Aspek Keuangan
Aspek ini benar-benar harus dipersiapkan dengan baik. Karena dalam usaha ini memerlukan dana yang tidak sedikit. Modal yang diperlukan cukup besar, diantaranya:
a.       Dana untuk tempat usaha
b.      Dana untuk pembelian peralatan usaha
c.       Dana untuk kendaraan atau alat transportasi untuk mengantarkan pesanan, dan lain sebagainya
Aspek ini sangat diperlukan, karena tanpa dana modal ini, usaha yidak akan berjalan.aspek ini bisa didapat dari berbagai sumber, tatan tiap transaksidiantaranya:
a.       Dana modal yang berasal dari pinjaman bisa dari Bank, Keluarga, Saudara, Rekan dan lain sebagainya.
b.      Dana modal yang berasal dari tabungan pribadi yang memang sudah dipersiapkan untuk usaha.
c.       Dana modal yang berasal dari pemberian orang tua atau warisan
d.      Dana modal yang berasal dari hadiah, dan lain sebagainya.

4.      Aspek Manajemen
Aspek selanjutnya adalah aspek manajemen yang dilakukan oleh pegawai, tapi juga diperiksa dan di cek ulang oleh saya sebagai pemilik dengan tujuan untuk supaya dapat diketahui apakah usaha yang saya jalankan ini untung atau rugi.
Aspek manajemen  ini juga dilakukan untuk mengambil keputusan selanjutnya. Apabila hasil tiap bulan untung, maka dipikirkan kembali jalan selanjutnya supaya laba atau keuntungan yang didapat bisa lebih meningkat dan bertambah lagi. Namun apabila hasil yang didapat adalah rugi, maka dipikirkan kembali strategi apa yang dilakukan untuk memperbaiki usaha supaya usaha bisa tetap berjalan bahkan usaha bisa lebih berkembang lagi.
Aspek ini saya lakukan dengan tahapan sebagai berikut:
a.       Dengan melakukan pencatatan tiap terjadi transaksi penjualan
b.      Dengan melakukan pengecekan dan penghitungan ulang setiap tutup took pada malam hari
c.       Dengan melakukan pengecekan dan penghitungan ulang setiap seminggu sekali
d.      Dengan melakukan pengecekan dan penghitungan ulang setiap bulan


5.      Aspek Hukum atau Aspek Yuridis
Aspek ini dilakukan sebelum membuka usaha dan berjangka setelah usaha berjalan. Contohnya: Surat Izin Usaha (SIUP) dll. Aspek ini dilakukan supaya:
a.       Pembeli atau pelanggan tidak ragu pada usaha yang dilakukan
b.      Ada kekuatan hukum apabila suatu saat ada masalah dengan hukum atau gugatan seseorang pada usaha
c.       Dan lain sebagainya



BAB III
SIMPULAN DAN SARAN

A.    Simpulan
Jadi, dari makalah yang penulis buat, dapat disimpulkan bahwa Depot Air Minum Isi Ulang diperbolehkan dengan syarat-syarat dan ketentuan yang telah ditentukan. Dengan study kelayakan yang benar-benar telah diperhatikan dan dilaksanakan dengan baik, dari mulai:
1.      Aspek Pasar dan pemasaran
2.      Aspek Teknologi
3.      Aspek Keuangan
4.      Aspek Manajemen, dan
5.      Aspek Yuridis atau Aspek Hukum

B.     Saran
Solusi supaya Depot Air Minum Isi Ulang dapat berjalan dengan lancar dan hasilnya bagus dan layak untuk dikonsumsi masyarakat, pemilik depot haruslah lebih pintar merawat dan menjaga kebersihan peralatan serta sumber airnya dan manajemen keuangannya benar-benar dikelola dengan baik. Dengan demikian Perusahaaan atau Depot Air Minum Isi Ulang akan tetap terjaga kualitasnya dan tetap maju usahanya, bahkan lebih berkembang lagi.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "MAKALAH KEWIRAUSAHAAN"

Posting Komentar